13 August 2008
Terkubur Bersama Anak Yatim
Posted by admin under: Berita .
Awal ceritanya, ada sekelompok anak kecil bermain bola kebetulan tanah kosong itu tepat di depan rumah Pak Lurah. Ada seorang anak yatim yang tidak ikut bermain, dia hanya duduk sambil menyaksikan temannya bermain.
Tiba-tiba bolanya melayang tepat mengenai kaca jendelanya Pak Lurah, anak-anak yang tadinya asik bermain lari terbirit-birit ketakutan. Tinggal anak yatim seorang diri yang memang sedari tadi hanya diam memperhatikan teman-temannya bermain bola.
Karena merasa dia tidak ikut bermain dia hanya diam dan tidak ikut bersama teman-temannya yang melarikan diri.Karena nyaringnya suara kaca yang terkena bola, yang empunya rumah keluar dengan penuh amarah. Saat yang dia liat cuman ada seorang anak sedangkan yang lainnya sudah pada melarikan diri. Akhirnya anak yatim itu menjadi sasaran pelampiasan amarahnya Pak Lurah.
Dengan amarahnya yang meluap dia memukuli anak yatim itu dengan sekuat-kuatnya, walaupun anak yatim itu sudah berusaha berteriak-teriak untuk membela kalau dirinya tidak ikut bermain. Tetapi Pak Lurah itu masih memukuli anak yatim itu sampai pingsan.
Setelah anak yatim itu pingsan baru ia berhenti memukulinya, dengan rasa panik dan ketakutan ia bawa anak yatim itu ke tukang urut. Sampai di tukang urut anak yatim itu belum juga siuman, akhirnya dibawa ke puskesmas, sampai kurang lebih 2 jam di puskesmas anak yatim itu belum juga siuman.
Terlalu paniknya akhirnya pak lurah memutuskan membawa anak yatim itu ke seorang pintar, kurang lebih 1 jam anak yatim itu berada di rumah orang pintar barulah ia siuman. Sambil merintih dan mengaduh sakit, ia menangis. Tidak lama kemudian dia berkata ingin bertemu dengan Pak Lurah.
Setelah bertemu dengan Pak Lurah anak yatim itu menghembuskan napasnya yang terakhir di pangkuan Pak Lurah sambil berucap ingin dimandikan oleh Pak Lurah, ingin dikafani oleh Pak Lurah, ingin dikuburkan oleh Pak Lurah.Singkat cerita anak yatim ini dimandikan oleh masyarakat, tetapi airnya itu tidak bisa membasahi kulitnya, tubuhnya seperti terkena minyak setiap air yang disiramkan ketubuhnya selalu meleset.
Akhirnya Pak Lurah yang memandikan anak yatim itu. Anehnya Pak Lurah yang memandikan air itu bisa membasahi tubuh anak yatim itu. Hingga akhirnya mengantar ke makam pun Pak Lurah, yang menggotongnya sendiri mayat anak yatim itu, karena ketika digotong oleh masyarakat tak satu pun yang bisa mengangkat mayat anak yatim itu, hingga akhirnya Pak Lurah yang bisa mengangkat mayat anak yatim itu.
Setelah itu Pak Lurah bermaksud memadatkan tanah kuburan dengan menginjak-nginjak gundukkan atasnya, tiba-tiba kaki pak lurah tidak bisa diangkat dari gundukan tanah makam anak yatim itu. Masyarakat berusaha untuk mengangkat tubuhnya tetapi tidak bisa terangkat, hingga kurang lebih 5 jam kaki nya ikut terkubur sebatas mata kaki, terus sampai malam terkubur sebatas betisnya, sehingga banyak tetangga-tetangga kampung berdatangan ingin menyaksikan kejadian itu.
Malam pertama sebatas dengkul yang terkubur, malam kedua sebatas pinggang yang terkubur, malam ketingga sebatas dada yang terkubur, malam keempat sebatas leher yang terkubur dan malam kelima semuanya ikut terkubur.
Akhirnya masyarakat menutup lokasi itu dengan terpal karung yang biasa digunakan untuk menjemur padi. Dan bagi masyarakat yang ingin melihat harus membayar infaq alakadarnya, untuk membiayai selamatan anak yatim terebut.
Mungkin berita ini tidak merebak kemana-mana, karena hanya tetangga desa saja yang mengetahui tentang kajadian ini.(seperti dikisahkan oleh Endang). (*/erwin)
2 Comments so far...
galih Says:
19 August 2008 at 12:08 pm.
waduhhh,serem juga ceritanya…, hikmahnya “jangan tergesa-gesa ambil keputusan,sebelum tahu permaslahanya”