Surabaya - Sekitar 500-an yang tergabung dalam Banom Nahdlatul Ulama (NU) Jatim (Ansor-Banser, Fatayat, IPPNU & Muslimat Nu) melakukan unjuk rasa di depan kantor KPUD Jatim Jalan Tanggulangin Surabaya, Rabu (5/11/2008). Aksi ini meminta KPUD Jatim untuk bersikap proporsional, jujur dan adil pada saat melakukan penghitungan suara perolehan hasil suara pilgub Jatim putaran kedua.
Menurut para pengunjuk rasa, survei yang dilakukan sejumlah lembaga memenangkan pasangan Khofifah-Mudjiono. “Jangan ada manipulasi suara dan jangan sampai ada rembesan suara sepihak yang tidak berhak,” kata Ketua Fatayat NU Jatim, Faridatul Hanum dalam orasinya.
Selain melakukan orasi, pengunjuk rasa yang mengenakan jilbab dan seragam masing oranisasinya itu mengumandangkan sholawat. Mereka pun juga mengusung beberapa poster. Diantaranya,’Jangan Khianati Suara Rakyat’,'Demokrasi Bukan Bermakna Curang’. Meski dilakukan para wanita, aksi ini tetap dijaga oleh beberapa petugas kepolisian.
Dalam Pilkada Jatim Putaran
Kedua yang diselenggarakan 4 November, berlaga dua pasang calon kepala daerah, Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa).
Hasil penghitungan cepat Lembaga Survei Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan Kaji unggul tipis dari Karsa dengan selisih berkisar satu persen. Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Jatim Faridatul Hanum menegaskan, rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Jatim harus berlangsung jujur tanpa manipulasi.
“Jangan sampai ada rembesan suara ke pihak yang tidak berhak,” katanya Abdul Mujib umar Ketua Ansor PAC Rungkut dalam orasi kepada massa. Massa mengawali unjuk rasa dengan shalawat dan sampai saat ini belum ada anggota KPU Jatim yang menemui. Di kantor KPU Jatim, dua anggota hadir, Arief Budiman dan Nadjib Hamid
